Keju yang disajikan kepada tamu kerajaan tidak sebanyak dahulu kala. Pajak Makanan pun semakin mahal untuk bahan makanan keju. Walaupun demikian, Sang Raja tetap optimis bahwa Madtari akan tetap Jaya selalu
Setelah sukses merambah kancah dunia perangkat lunak Indonesia beberapa tahun terakhir ini, kalangan Open Source mulai merambah dunia kuliner juga.
Tersebutlah Ny. Ratna, seorang pengusaha sukses sekaligus praktisi di kalangan masyarakat Open Source. Pada awal ahun ini Beliau meluncurkan produk barunya yang konon merupakan inovasi terbaru di dunia kuliner sekaligus masyarakat Open Source.
Yak, inilah dia GORENGAN UNIX, gorengan open source pertama di dunia. Saksikan langsung di distronya, hanya di Bandung SuperMall!!
@Ny. Ratna: gorengannya enak kok, unix lagi
Ya, bgitulah kata Mas Komeng si Manusia Setengah Gila, membuka ‘orasi’nya di sela-sela paha, eh, jam session sekelompok pengamen yang tengah berdendang. Lalu, sambil diiringi slentingan melodi dan iringan ritem mas-mas pengamen, Komeng melanjutkan ocehannya….. Sangat lancar dan penuh improvisasi, waw, hebat sekali!!!!
Diantara bait-baitnya, gw tertarik dengan ‘puisi’nya tentang madtari, tempat gw menongkrong sambil menikmati live music (beuh, berasa di classic rock cafe). Begini isinya :
Selamat Datang di Kerajaan keju Madtari
Disenyummu ada keju
Dihatimu ada roti
Didadamu ada susu
by : Komeng, Manusia Setengah Gila
Meng, gw tambahin ya,
Disela-sela pahamu ada pisang :p