Archive for the ‘kuliner’ Category

Kerajaan Keju Madtari Mengalami Krisis Keju

April 19, 2008

keju roti susu

Keju yang disajikan kepada tamu kerajaan tidak sebanyak dahulu kala. Pajak Makanan pun semakin mahal untuk bahan makanan keju. Walaupun demikian, Sang Raja tetap optimis bahwa Madtari akan tetap Jaya selalu

Open Source Merambah Dunia Kuliner

April 19, 2008

Setelah sukses merambah kancah dunia perangkat lunak Indonesia beberapa tahun terakhir ini, kalangan Open Source mulai merambah dunia kuliner juga.

Tersebutlah Ny. Ratna, seorang pengusaha sukses sekaligus praktisi di kalangan masyarakat Open Source. Pada awal ahun ini Beliau meluncurkan produk barunya yang konon merupakan inovasi terbaru di dunia kuliner sekaligus masyarakat Open Source.

gorengan opensource pertama di dunia

Yak, inilah dia GORENGAN UNIX, gorengan open source pertama di dunia. Saksikan langsung di distronya, hanya di Bandung SuperMall!!

@Ny. Ratna: gorengannya enak kok, unix lagi :)

“Selamat Datang di Kerajaan Keju Madtari”

March 25, 2008

Ya, bgitulah kata Mas Komeng si Manusia Setengah Gila, membuka ‘orasi’nya di sela-sela paha, eh, jam session sekelompok pengamen yang tengah berdendang. Lalu, sambil diiringi slentingan melodi dan iringan ritem mas-mas pengamen, Komeng melanjutkan ocehannya….. Sangat lancar dan penuh improvisasi, waw, hebat sekali!!!!

Diantara bait-baitnya, gw tertarik dengan ‘puisi’nya tentang madtari, tempat gw menongkrong sambil menikmati live music (beuh, berasa di classic rock cafe). Begini isinya :

Selamat Datang di Kerajaan keju Madtari

Disenyummu ada keju
Dihatimu ada roti
Didadamu ada susu

by : Komeng, Manusia Setengah Gila

Meng, gw tambahin ya,

Disela-sela pahamu ada pisang :p

Kisah Perjalanan 6 Orang Autis yang Nerd

February 17, 2008

inilah dia kisah beberapa anak autis dan nerd dari informatics engineering ITB 2004..

alkisah pada suatu siang yang cerah, autis #1 bertemu dengan autis #2 dan autis #3. Lalu autis #3 mengajak autis #1 untuk berautis ria (baca : jalan-jalan ga jelas). Tanpa disadari, jauh hari sebelumnya, autis #2 pernah mengajak autis #1 melihat citylight dari atas bukit..

Autis #1 berfikir, “hmm, inilah dia saatnya untuk menjebak para autis kedalam pesta autis 2008, HAHAHAHA”
akhirnya, tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Yaitu pada malam harinya…
Autis #1, autis #2, dan autis #3 bertemu dan berkumpul.. Eh ternyata ada autis #4 juga disitu. Malu-malu, tapi tampak tertarik untuk ikut. hmm, sudah ada 4 orang. Para autis berfikir, kayanya kalo ber-6 baru kita boleh berangkat. Tapi ngomong-ngomong knapa harus ber-6? hmm, tidak ada yang tau, hanya keempat autis itu sajalah mungkin yang tau. Akhirnya mereka mengajak serta autis #5 dan autis #6. Akhirnya lengkaplah sudah 6 autis yang nerd ini berkumpul. Setelah perbekalan disiapkan, akhirnya sekitar pukul 11.00 malam, hari jumat 15 februari 2008, mereka berangkat menempuh perjalanan yang mungkin merupakan perjalanan terbesar dalam hidupnya (sejauh ini) demi membuktikan keautisan mereka.

kumpulan orang nerd

Berangkat dari bandung, 6 autis ini berjalan kearah selatan. Tepatnya kearah Pangalengan. Itu loh, tempat yang terkenal dengan susu murni dan segala produknyah.. Dalam perjalanan menuju ke pangalengan inilah, para autis menemukan spot untuk melihat citylight. Akhirnya mereka tidak tahan lagi, lalu berfotolah mereka disana.

cityligt

Dari pangalengan, mereka mengambil jalan ke Situ Cileunca, sebuah danau didaerah sono. Menelusuri jalan kecil ini, mereka berjalan terus, terus, dan teeeerussss….. Dikanan kiri, mereka melihat perkebunan teh. Trus ternyata ada villa jaman belanda gitu, kayanya milik meneer belanda yang meneliti teh didaerah situ (sok tau) trus ada juga komplek rumah jaman dulu, mungkin itu komplek rumah para petani teh didaerah situ. Daerah ini tepatnya bernama Cukul (Eit, bukan cukul arwana tapi). Terus dan terus, akhirnya mereka menemukan perbatasan daerah Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut.

Memasuki kawasan garut, jalan mulai menurun, vegetasi pun berubah. Dari tanaman teh, menjadi hutan… yap, hutan tropis. Entah apakah hutan ini sudah terjamah manusia atau belum sama sekali. Jalan yang mereka lalui pun sempit, dan semakin rusak, walaupun masih dalam batas toleransi mobil yang mereka kendarai. Di tengah hutan, para autis ini menyempatkan diri untuk berhenti, dan menikmati udara malam sejenak, lalu melanjutkan kembali perjalanannya.

Hampir frustasi dengan hutan, akhirnya mereka menemukan perkampungan. Setelah ditelaah kembali, ternyata daerah itu bernama Cisewu. “Hmm, dimana ini… ? ” Pikir mereka. Terus melanjutkan perjalanan, dan cukup frustasi dengan jalanan yang makin jelek aja, akhirnya mereka menemukan sebuah rumah, yang entah bagaimana, penghuninya sedang berada didepan. Akhirnya mereka bertanya…
Begini kurang lebih percakapan mereka :
Autis #1 : Punten Ibu, bade tumaros (permisi bu, mau bertanya)
(Bahasa orang normal : Permisi bu, boleh tanya?)
Ibu : Mangga Den, aya naon? (Silahkan, ada apa?)
(Bahasa orang normal : ya, ada apa chuy?)
Autis #1 : Upami Ibu gaduh sisiuk? Abdi bade nambut! (Apakah ibu punya gayung? saya mau pinjam)
(Bahasa orang normal : Apa ibu tau, lewat jalan ini bisa kegarut ngga?)
Ibu : Aya Den, kanggo naon? (ada, untuk apa?)
(Bahasa orang normal : Oh bisa, lurus aja terus, ntar kearah bungbulang, trus kegarut deh)
Autis #1 : Ieu, kanggo ngaleueut ci enteh.. (Ini, buat minum air teh)
(Bahasa orang normal : ah serius lo? tankyu atuh)
Ibu : Ohhh, Ieu atuh, mangga… (oh, ini silahkan)
(Bahasa orang normal : ya iya lah, masa ya iya dong… sama-sama, hati-hati ya GANTENG!!)

Begitulah, dan akhirnya perjalanan mereka pun berlanjut. Memasuki daerah yang agak terang (banyak rumah penduduknya gitu) Mereka menemukan percabangan. Bingung harus memilih antara belok kanan atau kiri, akhirnya Autis #6 mengeluarkan salah satu ability-nya, yaitu menebak arah menggunakan sendal jepit. Akhirnya dilemparlah sendalnya setinggi-tingginya. Setelah jatuh kepermukaan tanah, ternyata sendal tersebut menghadap ke kiri, akhirnya mereka pun berbelok kekiri, menelusuri jalan yang entah benar atau tidak.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 pagi, para autis pun sudah mengantuk. Ahirnya para autis genap (2, 4, 6) pun tertidur. Tinggallah para autis ganjil ini, yang konon katanya memang lebih tahan kantuk. Akhirnya para autis itu melihat sebuah plang PLN, waw, keren sekali, di tengah perkampungan yang sangat jauh dari peradaban kota besar seperti tokyo ini ada juga ya PLN. Selidik punya selidik, hmmm Heh? ternyata masih di daerah Cisewu, waw mejik ya…

plang pln

Tidak putus asa, para autis terus melanjutkan perjalanan. Sampailah, didaerah baru bernama Bungbulang, mulai lelah, lapar, eh ingin ke WC… duh, sulitnya mencari WC di daerah seperti ini. Hmm, tidak habis pikir, mereka pun mencari mesjid. Akhirnya masuklah ke sebuah mesjid yang cukup aneh, entahlah, pokoknya aneh, dan lumayan seram. Autis #2 ke WC, autis #1 menemani, sambil mencari WC, membuka pagar, membawa HP, sebagai penerangan, karena disana memang gerap gurita sekari. Menunggu Autis #2 yang sedang melakukan ritual ber-WC nya, walaupun tanpa pintu tapi masih terhalang tembok, Autis #1 menunggu dengan setia (baca : terpaksa) dalam gelap, karena HP nya dipinjem autis #2.

Selesai dengan ritual ber WC, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan. Mencari mesjid yang lebih ‘waras’ untuk shalat subuh. Karena para autis ini, walaupun autis, tapi masih ingat kepada Tuhan. Setelah shalat subuh dan istirahat sejenak, mereka melanjutkan perjalanan. Perjalanan kali ini, menanjak, menuju dataran yang lebih tinggi, dengan persediaan bensin yang kian menipis. Akhirnya tibalah sang surya eksis di ufuk timur, walaupun terhalang awan, tetapi cahayanya sampai kemari. WAW!!!! pemandangannya indah ternyata.

pemandangan alam

Dan sayup-sayup (sedikit-sedikit maksudnya) kebun-kebun teh mulai terlihat lagi. Diantara kebun-kebun teh ternyata ada juga gardu listrik besar, WAW, takjub lah mereka..

gardu sumadra

Akhirnya kita memutuskan untuk berhenti disalah satu tempat disitu, tepatnya didepan pintu masuk ke salah satu PTP Nusantara VIII, tepatnya pintu masuk ke Kebun Papandayan, sebuah perkebunan teh di kaki gunung Papandayan.

gerbang masuk

Disana tidak lupa, menggoda para Ibu-ibu gaol pemetik daun teh (baca : petani teh) dan juga menongkrong di warung dekat situ, menikmati jajanan kampung yang hmmmm PAPAPIA LEZATOZ!

foto yeuh

Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan, sempet mampir sebentar mau masuk ke lokasi pariwisata Curug Orok. Parkir mubil, lalu jalan diantara tanaman teh. Jauh juga ternyata, akhirnya mereka menyerah, dan kembali kemubil, tidak lupa poto2… Oh ya, dari sana, mereka dapat melihat indahnya gunung papandayan, WAW MEJIK!!

gunung papandayan

Setelah (sangat kurang) puas dengan kunjungan (yang tidak jadi) ke Curug Orok, mereka melanjutkan perjalanan, yang entah masih sejauh apa. Tetapi dari sini mereka mulai menemukan titik cerah. Matahari mulai bersinar tinggi. Hmm, bukan itu, jalan yang mereka lewati semakin besar, ramai, dan lebih bagus. Akhirnya sampailah mereka didaerah yang bernama Cikajang, sebuah daerah yang berada di selatan kota garut. Dari sini, jalan yang mereka lalui adalah jalan raya seperti pada umumnya, diaspal halus.

bergaya

Akhirnya semangat yang tadi sirna dan perlahan-lahan muncul kembali, sekarang jadi menggebu-gebu.. perjalanan dilanjutkan ke kota garut. Disana mereka berputar-putar kota garut, menyasar-nyasar, mengeceng-ngeceng cewe garut dan juga pak polisi garut yang aduhai, sampai akhirnya berhenti di sebuah perempatan, dimana disitu ada duo ibu penjual serabi. Serabi yang disini namanya surabi. Ada tiga pilihan rasa yaitu polos, oncom, dan abon. Akhirnya mereka makan dulu deh.. Hmmm, enak katanya..

serabi

Setelah puas santap surabi, mereka melanjutkan perjalanan pulang menuju Bandung. Diperjalanan pulang, Autis #1 sempet tidur, mengigau pula, seperti ini : “hoi Autis #2, gw mengigau ni hauhauhuahua”, menyetir pula. Sungguh Autis luarbiasa.. setelah semua autis merasakan tidur, tempo perjalanan kembali dinaikkan, untuk mencapai hasil yang maksimal.

Akhirnya, pada pukul setengah 10 pagi, para autis ini kembali juga ke kampus tercinta mereka. Dan autis #1 berkata dalam hatinya “Waw, ternyata nyampe juga, gw kira kita bakal nyasar entah kemana!” lalu berkata kepada yang lain : “Kapan kita jalan lagi? kemana ntar?” dengan senyumnya sperti ini :D

Perjalanan mereka, kalau mau dilihat pake peta ini, kurang lebih seperti ini :

Bandung -> Dayeuh Kolot -> Banjaran -> Cimaung -> Pangalengan -> Talegong -> Cisewu (yang tertutup gambar) -> Sukarame -> Sumadra -> Cikajang -> Garut -> Leles -> Kadungora -> Nagrek -> Cicalengka -> Bj. Loa -> Cileunyi -> Bandung..

foto si B

Btw, dalam perjalanan ini, kendaraan yang mereka gunakan, B, beberapa kali menghantam jalan, karena jalan yang terlalu tinggi, dan kecepatan yang cukup tinggi pula, mengingat mereka harus cepat kembali ke bandung. setelah ditelaah, ternyata mengalami beberapa cidera walaupun tidak serius..

selamat jalan

Propesionalisme dan Tukang Farkir

December 10, 2007

Ada apa dengan profesionalisme? ada apa dengan tukang parkir? yang jelas ini bukan judul pelem, kaya AADC, ada apa dengan C#.Net….

Dari sekian banyak kejadian yang menimpa gw dalam beberapa hari terakhir ini, gw paling tertarik ama topik yang satu ini, soalnya emang udah lama kepikiran, cuma belum sempet bercerita aja, makanya skarang gw mau bercerita tentang propesionalisme, dan kenapa tukang parkir? soalnya tukang parkir pake seragam oren.

Tentang propesionalisme sendiri, bisa dibaca disini (langsung dipilih aja mana yang mnurut lo menarik). Menurut lo kalangan mana sih yang harus mengerti dan mempraktekan profesionalisme ini, trus siapa aja? orang yang kaya apa? atau profesi macam apa? Soalnya kalo menurut gw ya, smua profesi itu membutuhkan profesionalisme… mau jadi direktur, mau jadi pilot, mau jadi polisi, mau jadi presiden, mau jadi programmer, mau jadi waiter, mau jadi office boy, mau jadi tukang sapu, mau jadi tukang beca, mau jadi tukang parkir, mau jadi gigolo, mau jadi banci pun gw rasa butuh yang satu itu.

Umm, tapi di indonesia kayanya profesionalisme itu masi jadi barang yang langka. Mungkin Indonesia malah masih mengimport barang yang satu ini dari negara-negara maju sono. Contohnya aja, kalo makan-makan di resto, kemahalan itu ga berbanding lurus sama kelezatan, buktinya aja, makan di bebek darmo depan SMP 5, ato makan di bubur ayam Alex nyang di DU itu, enak… makan di the valley? enak juga.. Tapi harga beda jah bung… masalahnya apa ya?

kalo gw liat sih, yang menjadi perbedaan kedua tempat itu, selain tentu aja tempat dan suasananya, tapi pelayanannya juga. Profesionalisme pelayannya lah salah satu keunggulan valley dibanding javan steak di jalan sulanjana, ato dibanding Abuba steak di jakarta sono.

Sebenernya yang gw sorot itu tempat gelap… enggak, yang gw sorot disini, kesadaran orang indonesia akan pentingnya profesionalisme, dalam hal ini berhubungan dengan profesinya sebagai apapun itu. Kenapa ya orang indonesia itu ga peduli dengan hal yang satu itu? padahal itu kan salah satu hal yang meningkatkan customer satisfaction loh… Bayangin aja, lo ke Nokia Care Center untuk benerin HP, lamanya, ya ampun…. kok bisa ya? apa sebanyak itu yang rusak? ato sesedikit itu montirnya? ato…. orangnya males-malesan? sampe-sampe orang lebih banyak milih ke toko HP biasa aja, sampe-sampe di toko itu ternyata dia ditipu, ada onderdil HPnya yang diambil dan diganti ama barang palsu, or kualitas rendah, trus yang punya dia dijual lagi. Gila ga tuh, profesionalisme lagi kan masalahnya? dimana profesionalismenya sebagai tukang benerin HP!?

Kalo cerita gw sendiri sih, berhubungan sama tukang parkir… Bete aja, waktu itu habis dari Ngupi Dolo, trus mu pergi, pas keluar dari parkiran, mu bayar ga da uang seribuan (biasanya gw bayarnya seribu soalnya), trus ngasi sepuluhribu deh, dan berharap dapet kembalian sembilan ribu. eh, pas diitung ternyata cuma delapan ribu, loh kok? apa udah naek ya? mau tanya ama tukang parkirnya, pas mau manggil, ternyata dia lari mau parkirin mobil lain yang mau kluar, loh!? parkir gw aja belum beres ni woy… mentang-mentang udah dibayar… ya udah deh, buat kegaduhan dikit, gas-gas mobil biar alarm mobil sebelah nyala…HAHAHA,… dan berhasil, lalu……TANCAP!!!!!

Males banget ga sih. Eh, trus ada lagi cerita tentang tukang parkir. Waktu itu mau ke Ganesha  Stationary, parkir disebrang, trus tukang parkirnya markirin mobil dari sebrang jalan, dari depannya GS banget. Waw, hebat ama ni tukang parkir, bisa bantuin orang parkir dari jauh (ato cuma niup-niup priwitan doang ya, biar gaya, dan kliatan kaya tukang parkir?).  Trus pas mau pergi abis dari GS, eh si tukang parkir udah dipinggir mobil aja gitu…. hebat bener ni tukang parkir ya, padahal tadi waktu markirin dari jauh hehehe…

Wah, apa iya wajar kalo tukang parkir itu kerjanya kaya gitu? soalnya kalo gw pribadi sih, kalo emang butuh bantuan dari tukang parkir, jujur aja, tukang parkir kaya gitu ga ngebantu, dan kesannya jadi ga kaya tukang parkir, malah kaya tukang minta-minta deh, ato tukang palak? wah ga tau juga deh… Kalo tukang parkir yang emang beneran tukang parkir (menurut gw yaaa) salah satunya tuh tukang parkir di SMA 3 (ada beberapa sih tapi yang gw maksud), mang Dadang… Bisa bantuin cewe-cewe yang biasanya histeris, ato parno nyetir mobil, karna baru seminggu belajar bawa mobil sendiri ke skulah, dengan tenang, baik, dan hasilnya, mobil terparkir dengan rapi. Itu baru namanya tukang parkir..

Tukang parkir yang lain, contoh dong… :p

Btw, jadi profesionalisme itu masih mahal ya di indonesia, soalnya gw melihat, tempat-tempat yang menyediakan pelayanan yang profesional (baik itu kedai, resto, cafe, mall, butik, atau apapun) biasanya memiliki range harga yang relatif mahal, wah kapan dong bangsa kita ini bisa menghasilkan sesuatu yang sangat baik!?

Putri

October 15, 2007

Kmaren ada spupu gw ama anaknya dateng krumah, mu main di bandung katanya. Ya udah deh, akhirnya kita jalan-jalan, muter-muter ktempat yang, hmm, disukai anak kecil. Contoh tempat yang disukai anak kecil : mall, electronic mall, tempat dugem, tempat karaoke, dan pom bensin. Soalnya anak spupu gw, alias keponakan gw, yah bisa dibilang cucunya nyokap gw, mu jalan-jalan di bandung. Berhubung belia (kalo udah tua kan dipanggilnya beliau, kalo masi muda ya belia aja) masi kecil, ya udah deh jalan-jalannya ktempat yang disukai anak kecil.

Tapi jalan-jalan kali ini beda, karena ga akan datengin tempat-tempat yang udah gw sebutin tadi. Pertama, kita mau cari salon, yup, salon sodara-sodara. Eh,  tapi dalam perjalanan mencari salon kita lewat sebuah Factory Outlet (FO), namanya Anakecil, itu loh yang dibelakangnya Gedung Sate, di pojokan jalan Cimandiri.

gedung sate


Disitu isinya semua perlengkapan ana kecil, eh bukan, anak ecil. Ada baju, dari mulai baju tidur, baju untuk shoping, baju untuk manggung, baju musim dingin, baju selam, berbagai macam sweater, sampe bikini juga ada. Sepatu juga ga kalah menariknya, dari sepatu olahraga, sepatu casual, sepatu pentopel, sampe sepatu boot juga ada. Trus ada juga mainan anak, perlengkapan bayi, sampe playground (tempat bermain) Untuk ibu-ibu, bapak-bapak, dan kakak-kakak yang menunggu anak ecil, eh ana kecil-nya shoping.

Abis dari situ, lanjut deh hunting salonnya. Setelah melihat beberapa salon, akhirnya belia memutuskan untuk bersalon di salon Memory. Itu loh yang didago, tepatnya disebelah PLN yang disebelahnya McD, di simpang dago.

nyalon


Setelah menghabiskan beberapa piring baso tahu, dan beberapa mangkuk es shanghai yang bisa didapetin di skitar sini, (dan tidak lupa juga udah beres salonannya), akhirnya kita melanjutkan perjalanan.

Tempat tujuan slanjutnya adalah, tempat paling gaul di bandung, yang biasanya disukai dari kalangan muda sampai tua. Ya, tempat dimana kita bisa naik kuda! Hmm, bisa dijalan Ganesha, bisa juga di daerah Cisangkuy, hmm, bisa juga di pacuan kuda arcamanik, ato di pacuan kuda lembang, ato kadang-kadang kalo lagi bruntung, tukang kudanya suka lewat depan rumah. Setelah menimbang akhirnya kita memutuskan untuk jalan ke daerah Cisangkuy.

jalan cisangkuy


Itu loh yang ada kafe nya, kafe cisangkuy. Disini juga ada beberapa kafe lainnya, kaya street corner, dan yang lain (gw lupa hehe). Trus, ada juga FO baru, Jeans++, FO yang khusus menjual berbagai macam Jeans, dari mulai jeans ifrit, sampe jeans dari timur tengah. Trus dipinggir jalannya, banyak pedagang Alien (soalnya kakinya lima, biasanya disebut pedagang kaki lima), dan jualannya unik-unik dan enak-enak. Dari mulai Kue Serabi, Baso Tahu, Rujak, sampe Awug (Ada yang tau Awug? itu loh makanan khas sunda). Kalo ga tau, liat penjelasannya disini, ato mu bikin? klik aja disini.

awug


Disini juga ada yang namanya taman Lansia (Lansia == Lanjut Usia), biasanya kalo pagi banyak Lansia yang jalan-jalan ato lari pagi (kalo masi kuat) disini, yah sekedar olahraga sambil ngeceng-ngeceng lah dikit (Kalo ada mata band, ntar dinyanyiin : “Kamu Ketuaan, pacaran lagi“). Kalo siang sampe sore, suka banyak yang mojok biasanya sih. Tapi bukan lansia, melainkan calon lansia (baca : anak muda). Nah kalo malem? konon katanya sih angker, tapi gw jg blm tau ada makhluk apa aja yang nongkrong disini kalo malem. Trus ada juga tukang Kuda (tujuan utama kita dateng ksini) sama tukang becak kecil (yang kecil becaknya bukan tukangnya). Akhirnya kponakan gw yang satu ini naek kuda juga deh.

putri lagi naik kuda


Abis itu, masi juga ngin naik becak lagi, ck ck ck, dasar ana kecil, eh anak ecil, eh ana k ecil. Trus ga brani naik becaknya sndiri, akhirnya ngajak gw, berhubung ibunya malu katanya.  Ya udah deh kita foto-foto sambil muter-muter, liat deh, bgayanya, kaya model majalah Cosmopolitan aja.

bgaya diatas becak


Abis menikmati suguhan utama (yah, suguhan utamanya kali ini adalah mengunggang kuda) daerah sini, akhirnya kita cabut deh pulang. Ck ck, ada-ada aja ya kponakan gw yang satu ini. Oh ya, namanya (hampir lupa) Putri, itu makanya judul postingan ini Putri, karna membahas jalan-jalan sang Putri di bandung. Cantik ya orangnya, mau no hp nya? Heh, pedopil yaaaa kalian…

Basonya Orang Malang Pedalaman

October 15, 2007

Eh pada tau ga, baso malang yang cukup enak dan terkenal di bandung? itu loh Baso Mandeep. Yup, yang di deket Mesjid Istiqamah, tepatnya di depannya Erha, agak ke’situ’ dikit lah.

Kmaren abis makan disana skeluarga, ummm, enak!!!! Setelah sebulan puasa, terus siang-siang jalan-jalan, makan baso deh hehe..

baso malang


Oh ya, kenapa enak? karna ini basonya bukan sembarang baso malang, ini basonya orang malam pedalaman. Kalo dari pedalaman kan biasanya lebih kentel tuh rasanya, contohnya orang baduy dalam gitu, ato suku bonga-bonga dari pedalaman afrika gitu.

Oh ya, knapa gw bisa tau ni baso dari pedalaman malang? Itu loh dari namanya, Baso Malang Mandeep, Man artinya orang, deep artinya dalem, tuh kan Baso Malang Mandeep == Baso Malang Orang Pedalaman == Baso Orang Malang Pedalaman (Sok tau hehehe). Tapi bener loh enak, ga percaya? cobain deh…

So-Phia

October 15, 2007

Eh pada tau ga kalo di lembang sana, tepatnya ditempat ini nih :

sophia the place

ada ‘phia‘ yang namanya So-Phia. Apa sih Phia? Phia itu makanan yang berasal dari negeri cina, ciri khasnya adalah mempunyai isi dan dibungkus dengan lapisan kulit . Contohnya hmm, yang udah terkenal contohnya Bakphia ama Lumphia, ama sephia mungkin (kalo yang ini tanya aja ama mas eross).

Trus apa bedanya? Oh beda dong. So-Phia ini kulitnya jauh lebih kering ketimbang Bakphia, mungkin yang bikinnya sengaja buat versi kering, biar agak kriuk dikit gitu kali ya.

penampang sophia

Rasanya juga ga kalah menarik ama Bakphia, ada macem-macem, dari mulai kacang ijo, coklat, keju, nanas, stawberry, sampe duren juga ada loh (Trus gw lupa ada lagi ga ya rasa lainnya, hehe).

Oh ya, sebenernya ada yang masi bikin gw penasaran. Knapa ya ada lambang huruf L besar disitu? apa hubungannya dengan nama So-Phia itu!? Mungkin karna hurufnya yang dipampang besar didepan ‘toko’nya kali ya. Coba kalo ukurannya kecil, mungkin bakalan pake huruf S.

Ah sudahlah ya, daripada bingung mikirin L nya, mending tanya langsung di tempat jualnya sana, yuk kapan-kapan kita main ksana, ni alamatnya:

Komplek BTN Pusdikajen
Jl. Darma No 10 Lembang 40391

SUIS

October 7, 2007

Kmaren diajak anak-anak nengok temen yang baru melahirkan. Senangnya punya anak bayi, bisa digendong-gendong, bisa diliatin (kalo lagi stress liat bayi biasanya jadi lebih tenang gitu deh perasaannya), bisa di kaget-kagetin biar seneng, trus dianya ktawa, bisa juga dielus-elus, ato disuruh ngejar cicak lewat, ato diajak maen kejar-kejaran, ato diajak maen ps, ato diajak ngegig, asal jangan dibanting aja, ya walopun bukan barang pecah belah (biasanya yang kaya gini bahannya dari kaca), tapi tetep aj, bisa pecah kepalanya. Kapan ya gw punya bayi. Melahirkan aja gw ga bisa. hu hu hu.. (naon sih)

Btw, lanjut critanya, bis dari situ gw diajak buka bareng dulu ke rumah makan yang baru beberapa minggu ato beberapa bulan (baru deh pokoknya) buka. Cabang gitu. Jadi critanya SUIS Butcher yang di jalan Setia Budi buka cabang di jalan Riau, tepatnya diperempatan jalan Riau ama Anggrek.

SUIS Butcher

Akhirnya nyobain deh buka disitu. Tempatnya enak jg. (Ga tau sih sbenernya, soalnya blm liat smuanya. Soalnya gw duduk diluar, jadi blm liat dalemnya). Duduk diluar, pas disudut perempatan, suasananya enak bgt, harum daging steak tusuk-tusuk yang lagi dibakar ama tukang sate diseberang jalan (baca : sate anggrek) semerbak sampe sini, jadi buat perut tambah laper. Harusnya mas-mas Suis Butcer nya bikin grill di pinggir jalan jg kali ya, biar baunya diadu, mana yang lebih membuat air liur calon pembeli menetes lebih deras.

Pelang Suis Butcher

OK, duduk didepan, dengan suasana yang sore banget, gelap, walopun masi ada secercah matahari, dengan angin yang sangat besar, menerbangkan dedaunan, (waw, kaya lagi jalan dimana aj), trus tiba-tiba ada titik-titik air mata awan. Pas gw liat keatas, jadi parno, awannya gelap banget, kaya mu ujan gede banget gitu. Hmm, udah langsung kepikiran, kalo misalnya ntar ditengah makan trus ujan, gw bakal langsung lari meninggalkan Suis Butcher tanpa bayar dulu hehehe.

Ya udah deh, akhirnya pesen, gw pesen makanan, Cream of Crap and Corn Soup (sup krim jagung omong kosong), Rib Barbeque (harumnya daging dibakar… <- ini gara-gara nyium bau sate anggrek), sama Lemon Squash.

Cream Of Crab and Corn Soup

Supnya enak, gw suka… lemon squash nya jg. trus servisnya, fresh water… bebas nambah, wah, fave gw tuh. untuk Ribnya, hmm, gw agak kecewa, karna udah berharap daging yang full dibakar gitu, taunya ga sekering itu. Malahan, pada bagian-bagian tertentu rasanya kaya gepuk. Kecewa, mending makan sate anggrek aj disebrang.

Suis Specialities

Tuh beberapa makanan yang bisa dipesen disana. Ada daging Cecep Gorbachev juga, mungkin Sumanto bakal suka.

Udah kenyang, pulang deh… Eh bayar dulu, soalnya ujannya ga jadi. Kayanya si mas nya udah nyiapin pawang ujan kali ya. Pulangnya, mu beli ice pudding colour dulu di KFC deket rumah, yah udah abis katanya hiks2 sedih. mana jalan pula kerumah gara-gara si B masuk rumah sakit (akhirnya.. cepet sembuh yaaa, nanti kita main lagi!!).

Full Moon Melodies

September 27, 2007

Sore ini, ga da temen buka puasa seperti biasanya. Ntah knapa orang-orang lagi pada menghilang dari peredaran, sibuk dengan urusannya masing-masing. Hari udah sore banget, gw masi aja ga jelas ngesot-ngesot disekitar kampus. Gara-garanya sih mu pulang, tapi udah kesorean (yah seperti biasanya) trus memutuskan buka dulu di kampus, tapi ga nemu temen.

Akhirnya dengan berat hati dipikul ringan tangan dipukul, gw memutuskan untuk pulang ajah, yah yang berarti akan melewati jalanan rimba penuh dengan motor-motor berseliweran, serangga-serangga beterbangan, mobil-mobil berdesakan. Secara gitu, tiap sore jalan dago selalu macet berat, jadi gw menyiapkan fisik dan batin untuk menghadapi tantangan ini, menyebrangi setengah kota bandung untuk kembali ke kandang.

Dijalan, gw melihat beberapa ruas yang macet, misalnya aja di jalan dago yang kearah dago atas, di depan sma 1 yang kearah bawah (BIP), pasopati yang kearah cicaheum, dll. Beruntung, gw suka jalan-jalan ga jelas, jadi bisa mencari-cari jalan lain menuju roma (sejak kapan rumah gw di roma btw).

Akhirnya tibalah saat berbuka puasa untuk daerah bandung dan sekitarnya, dan gw masi dijalan (hiks). Akhirnya gw memutuskan berhenti dulu di jl cendana (bukan di rumahnya Om Harto, ini jl cendana bandung kok bukan jakarta). disini ada gerobak kaki lima yang jualan gorengan. Harga gorengan disini emang lebih mahal dari harga standar (gw membandingkan dengan harga gorengan di depan kampus gw). Kalo di kampus Rp.3000 dapet 9 gorengan, kalo disini cuma Rp.1000 bisa dapet 2 gorengan. Tapi, rasanya, hmmmm… enak loh!! kalo kebetulan sore-sore lewat sini cobain deh. tempatnya di deket perempatan jalan cendana dengan jalan bengawan.

Ok, lanjut lagi petualangan kita, abis beli gorengan dan air mineral, gw melanjutkan perjalanan. Dan, wow… ternyata kalo maghrib jalanan kosong. Orang-orang pada shalat kali ya, hmm ato pada makan? soalnya kalo bukan bulan puasa ga akan kaya gini critanya, makin sore makin padet tuh jalanan. Akhirnya gw cepet-cepet deh pulang biar dapet maghriban di rumah.

Dijalan, gw liat bulan, keren abis…. warnanya merah, bulet besar dan segar merekah, baru terbit di ufuk timur. Tampaknya hari ini adalah giliran mas bulan purnama yang keluar, setelah beberapa hari kmaren yang menemani malam adalah bulan separo (emang beda yah). Kalo di sekitar komplek perumahan sih ga akan kliatan, soalnya ketutupan bangunan-bangunan rumah. Tapi tadi gw beruntung banget lagi dijalan, so bisa liat. Ingin sih gw foto dan liatin disini, tapi apa daya gw ga punya kamera, apalagi yang keren yang punya lensa sebesar tiang listrik dan pake filter macem-macem (sok tau) dan blah blah blah sehingga bisa menangkap cahaya bulan nan menggiurkan itu (emang telor).

Yah, pokoknya selamat bulan purnama deh. Selamat menikmati keindahannya, walopun dalem mimpi (kalo misalnya udah kelewat ya bayangin aj, trus dimimpiin)