Beberapa kali saya bermasalah dengan ITB, selalu dengan parkir. Parkir di sekitar ITB itu terkenal mahal.. Tapi untuk case kita mau ke ITB aja. Kalo parkir di deket situ untuk makan, fotocopy, ato ketempat teman, tarif parkirnya berbeda. Aneh? Memang.
Lalu bagaimana dengan ITB nya sendiri? Entah sebenarnya siapa pelanggan utama ITB, saya bingung. Makin bingung, apakah ini tempat menuntut ilmu atau mencari nafkah. Atau kedua-duanya? Lalu siapa yang lebih diutamakan? Makin membingungkan. karena sistem tanda di ITB lebih seperti sistem tanda di pabrik atau lokasi proyek ketimbang sebuah kampus. Mungkin supaya mahasiswa terbiasa dengan lingkungan kerja?!? Back to sistem tanda. Sistem tanda di ITB dan papan-papan peringatan lebih diutamakan untuk keselamatan kerja (?!) Padahal saya kira orang ke ITB untuk belajar. Bukannya utamanya untuk kenyamanan belajar ya?? Ah mungkin saya sok tahu. Mungkin ITB itu emang pabrik sbenernya kali ya.
Kenapa saya bisa berfikir demikian?? Setiap kali saya ke ITB sebagai mahasiswa, hal paling pertama yang saya alami, kesulitan mencari parkir. Kendaraan mahasiswa dilarang masuk ke kampus ITB. Berbeda ketika saya datang sebagai teman seorang dosen, bebas keluar masuk kampus ITB dengan kendaraan saya. Dosen ITB? Pegawai ITB? Demikian juga. Merasa aneh jadinya. Saya kira fasilitas ITB diutamakan untuk kenyamanan mahasiswa. Eh tapi jadi ingat sebuah alasan kenapa kendaraan mahasiswa ga boleh masuk kampus. Katanya si untuk mengurangi polusi, supaya mahasiswa ketika belajar tidak terganggu oleh polusi udara maupun suara. Masa sih? Memang kendaraan dosen dan pegawai serta tamu ga bikin polusi ya? Eh dijawab lagi. Katanya, itukan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar di ITB, dosen cepat menuju gedung kuliah begitu pula pegawai lainnya. Eh tapi kalo mahasiswanya kesulitan masuk ke kampus ya sama aja dong. Kegiatan belajar mengajarnya ga bisa mulai. Kalo udah begini, yang rugi siapa? Saya sih sebagai orang yang bayar ke ITB, selain dapat ilmu, (yang mana uang saya yang sampe ke dosen ga sebanyak itu juga) ingin juga menikmati fasilitas yang disediakan. Ato uang saya ini cuma untuk bayar dosen mengajar? Bayar kursi sama papan tulis sama laptop sama proyektornya doang gt?
Ah saya si belajar pake papan tulis sama kapur juga gpp kok. Mau pinjem laptop saya untuk dosen saya mengajar juga boleh. Yang paling penting kan saya gampang dapet parkir dan deket gedung kuliah jadi ga telat masuk kelas kaya sekarang ini. Kan rugi ketinggalan kuliah..
solusi lain: pake angkot, ga susah cari parkir :p
hhhmm, pake angkot lebih mahal bu daripada pake kendaraan pribadi.
slain itu bawaannya banyak juga.
Hufffff parkir ITB sekarang udah penuuuuh banget.
Anak2 baru pada tajir2 semua… bawa motor ama mobil… Parkir motor tahun 2010 lalu, keadaan paling penuhnya aja gak sampe sepenuh keadaan tahun ini.
Mau cari parkir motor di parkir SR jam 10 udah susah, gak ada.