Menanggapi serunya kontroversi twitter tentang @tifsembiring dan BB RIM Service, gw jadi ingin menulis surat terbuka untuk beliau. Begini kira-kira isinya :
Kepada, Yth Bapak Menkominfo RI, Tifatul Sembiring
di tempat
Salam,
Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, pemilik blog ini, dan account twitter @rockercoaster, seseorang yang tidak mempunyai kapabilitas di bidang IT seperti Bapak. Namun begitu saya mengerti sedikit mengenai dunia IT, karena kebetulan saya lulusan S1 Teknik Informatika sebuah universitas di indonesia.
Melalui surat ini, saya ingin menanggapi kebijakan Bapak mengenai permasalahan RIM yang tidak mau konten nya di dekripsi agar bisa disaring (disensor!?) oleh Menkominfo terutama mengenai konten-konten yang berbau pornografi (bukan begitu kira-kira permasalahannya?). Ini sangat beralasan, karena pengguna BB jadi dengan mudah membuka situs porno (ini bukan sih permasalahan utamanya?, kalo dari temen-temen di twitter sih kira-kira begitu). Saya setuju bahwa Rakyat Indonesia harus dibatasi dari hal-hal yang berbau pornografi. Saya sangat setuju dengan hal tersebut.
Hanya saja, ada sedikit hal yang menjadi permasalahan dalam benak saya. Kita analogikan begini, internet adalah kumpulan DVD, ada film, ada berita, dll. Setiap pembuat film, berita, dokumenter, atau apapun konten dalam DVD tersebut adalah pemilik situs/web. Setiap produsen DVD player seperti Sony, Samsung, dll adalah penyedia jasa internet (telkomsel flash, IM2, speedy, RIM, dll). Mana yang harus diberantas jika ingin menghentikan penyebaran video porno melalui DVD, apakah produsen DVD atau pembuat film?
Semua, termasuk Bapak, mungkin setuju dengan saya, yang harus dihentikan adalah pembuat film, atau penyedia konten, pemilik situs. Bukan menjadi kewajiban produsen DVD harus bisa membedakan DVD porno atau bukan dan memblokir DVD nya. Lebih baik lagi, menurut saya, yang harus dibenahi ya yang nontonnya. Rakyat Indonesia nya dalam hal ini. Karena kalau moralnya belum bener, ya bagaimanapun caranya, DVD porno pasti bisa didapat, bisa ditonton. Situs porno pasti bisa dibuka.
ini serius loh pak, karena pembatasan konten melalui penyedia jasa internet itu percuma. Hal ini saya buktikan sendiri. Saya (jujur saja) mencoba membuka beberapa situs porno yang diblokir oleh penyedia jasa internet tersebut, dan ternyata terbuka begitu saja hanya dengan cara yang sangat mudah. Dan saya rasa, banyak orang yang bisa melakukannya kok. Karena tidak harus memiliki pengetahuan yang tinggi. Asalkan dapat membuka google, ataupun website lainnya, pasti bisa membuka situs-situs tersebut. Siapa yang disalahkan? penyedia jasa internet kah? mereka udah menuruti peraturan kok dengan memblokir situs-situs tersebut dan ‘memantau’ apa saja yang diakses pengguna internet yang jadi pelanggan mereka. Dan yang jelas itu menurut saya sudah melanggar privasi.
Sekian dari saya. Semoga menjadi masukan.
Terimakasih.
Betul pak…lagian ada berapa banyak tenaga kerja yang bekerja di bawah perusahaan blackberry..kalau blackberry diblokir = ga da lg yg pake bb = pengangguran meningkat = kemiskinan bertambah = pendapatan negara menurun
*ngasal*